Latest Entries »

PINDAH BLOG

MOHON MAAF, BLOG INI BERPINDAH KE BLOG BARU.

INGIN BERSILATURAHMI?

SILAHKAN KLIK DI SINI

Mengeluh

Tiba – tiba ada SMS masuk,

“mas, waktu pendaftaran beasiswanya tidak bisa diperpanjang?”

Sambil terheran dalam hati, bukankah pengumuman pendaftaran beasiswa ini sudah lama, di FB di SMS, namun tidak ada seorangpun yang menanggapi. Sampai stress harus siapa yang direkomendasikan untuk menerima beasiswa. Akhirnya aku balas

“tidak bisa, karena sudah lama diumumkan”

Beberapa saat kemudian langsung ada balasan,

“tolonglah mas, ini sangat membutuhkan”

Loh? Aku semakin jengkel dalam hati. Membutuhkan kenapa tidak siap siaga? Kenapa tidak respon sejak lama. Padahal sampai – sampai yang memberi beasiswa harus terjun langsung. Karena sampai batas waktu, tak ada satupun yang mendaftar bahkan memberikan komentar di group FB kami.

Namun, karena aku teringat dengan masa kuliahku dulu yang disokong oleh beasiswa dan tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang membutuhkan beasiswa. Aku balas agar yang bersangkutan mengirimkan CV nya ke alamat emailku.
Tak berselang sehari, email berisi lampiran CV aku terima.
Aku download dan ku baca identitas dirinya.
Alasan utamanya adalah memang kesulitan ekonomi. Sebenarnya jika dibandingkan dengan mahasiswa lain, mahasiswa  ini tergolong ekonomi lemah dan membutuhkan beasiswa. Yang aku sesalkan adalah kemanjaannya waktu mengSMS diriku seolah – olah dia benar – benar tak berdaya.

Orang tuanya adalah pedagang dengan penghasilan 1750000 perbulan. Jumlah sedikit, namun, lebih sedikit mana dengan penghasilan seorang tukang becak?. Dia dikirimi uang sebesar 750000 perbulan jumlah yang besar menurutku. Karena jatahnya setiap hari lebih dari 20000. Hanya saja, alasan dia adalah makan “Cuma” 2 kali, dan harga makanan di warung 7000.

Ini yang aku sesalkan. Ada banyak warung yang menjual makanan seharga 5000 bahkan 3500. Kenapa harus memilih 7000? Ada banyak mahasiswa yang dia mampu makan sehari 2 kali. Namun kenapa mengeluh dengan dirinya 2 kali.

Faktor penyebabnya ada dua, pertama karena memang hatinya lemah, sehingga, sedikit saja lebih susah dari temannya sudah banyak mengeluh. Seolah – olah dia yang paling membutuhkan. Kedua adalah dia tidak mampu beradaptasi dengan dirinya sendiri. Jikalau kemampuannya demikian, buatlah sekreatifitas mungkin agar uang sejumlah itu bisa dicukup.

Toh Rasulullah juga pernah mengganjal perutnya dengan 2 buah batu. Sudahkah anda melakukannya?
Maaf, jika anda berpikir saya kejam, tak berperi kemanusiaan atau tak tahu kesusahan orang lain. Maaf, sekali lagi maaf. Saya sudah pernah berada dalam kondisi jauh di bawah dari yang di atas. Jauh. Tapi, saya tak akan pernah mau mengeluh. Tak akan pernah kecuali kepada yang memberi saya rezeki. Allah SWT.

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupi (kebutuhanmu).…” (QS At-Thalaq [65]: 3).
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. Dan Dia mengetahui tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)” (Hud : 6)

wallahu’alam

Coba kita lihat benda – benda yang ada di dunia ini. Semuanya bergerak, bahkan benda yang sepertinya diam. Sebenarnya di juga bergerak. Mulai dari skala yang paling besar. Gugusan galaksi bergerak saling menjauhi. Galaksi kita, bergerak berputar berlawanan arah jarum jam. Demikian juga tata surya kita. Selain di bergerak berputar bersama bintang – bintang lain dalam bima sakti. Tata surya kita juga bergerak terhadap porosnya mengelilingi matahari. Sedangkan matahari bergerak berputar.

Pada skala lebih kecil lagi bumi kita berevolosi berotasi. Hingga pada skala yang sangat kecil. Molekul – molekul bergerak berotasi atau bervibrasi. Benda padat pun sebenarnya juga bergerak. Elektron – elektronnya selalu berputar. Sekali elektron itu berhenti bergerak, maka dia akan menuju inti atom yang bermuatan positif dan saling menetralkan. Maka terjadilah ledakan dahsyat. Demikian juga dengan gelombang, baik gelombang mekanik atau elektromagnetik. Pada gelombang sangat jelas. Sekali diam, maka gelombang itu akan langsung hilang.  Sehingga, eksistensi dari materi dan apapun di alam ini karena mereka tak pernah diam. Mereka selalu bergerak agar mereka tetap ada.

Lalu bagaimana dengan kita?

Tak ada bedanya dengan benda – benda yang lain. manusia harus terus bergerak untuk mempertahankan keberadaan dirinya. Bergerak dalam arti sebenarnya atau dalam arti yang lain. bergerak berarti berpindah tempat atau sering kita kenal sebagai hijrah. bergerak dalam arti denotasi yaitu bergerak melakukan aktifitas. Sebuah teori biologi lama mengatakan bahwa, organ tubuh yang jarang dipakai akan terdegradasi. Jika aktifitas kita kurang, maka, otot – otot akan mengecil dan justru lemak yang semakin menimbun. Tak jauh beda dengan otak. Orang yang lulus sekolah atau kuliah kemudian tak menggunakan otaknya berpikir seperti biasa. Jika di suruh untuk kembali berfikir perlu waktu loading terlebih dahulu. Bergerak akan membedakan antara orang yang malas dan tidak. Imam syafi’i berkata,

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air yang menjadi rusak karena diam tertahan,
jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tidak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.

View full article »

Jika saya menjadi salah satu presiden direktur dari perusahaan yang menyumbangkan dana untuk Israel dan mendengar kata – kata, “boikot produk Israel” pasti saya hanya akan tertawa terbahak – bahak.
Beberapa tahun yang lalu, saat israel menyerang Palestina dengan bom – bomnya. Banyak kalangan aktifis dakwah yang menyebarkan slogan “boikot produk Yahudi”. Ada banyak perusahaan yang masuk dalam daftar hitam karena tercatat sebagai penyumbang dana terhadap israel. Mulai dari perusahaan makanan, intertainment, media, komunikasi, peralatan elektronik, hingga kosmetik. Slogan boikot produk Yahudi atau yang menyumbang kepada Yahudi berkembang menjadi jika kau memakan produk itu sama saja kau memakan darah dan daging anak – anak Palestina yang syahid karena bom israel.


Sebagian kalangan pro dan mendukung terhadap program ini. Tak kalah sedikit yang bersimpangan. Mulai dari sekedar menolak, membantah karena tidak solutif, berdebat, hingga mencibir. Memang tak mudah untuk memboikot sedemikian banyak dan beragam produk – produk yang sudah menjadi bagian bahkan kebutuhan primer dalam hidup. Lebih berat lagi jika produk itu tidak ada penggantinya atau tak ada produk yang sebanding dengannya. Bisa – bisa kita mengalami kemunduran 100 tahun lebih primitif dari bangsa Yahudi. Tengok saja misalkan Laptop atau komputer yang anda gunakan untuk membaca blog ini. Merk apakah prosesornya? Kita tak dapat menutup mata, bahwa jika kita benar – benar memboikot maka kekalahan sebenarnya mutlak ditangan orang muslim.
Dari segi teknologi informasi misalkan. Kita tak lagi memakai windows atau microsoft. Lalu, apakah kita akan menggunakan mesin ketik untuk menulis? Bukan solusi karena keuntungan yang didapatkan jauh lebih kecil dibandingkan dengan kerugian yang diperoleh. Dalam memutuskan sebuah perkara tak hanya masalah hitam dan putih. Coba lihat perjanjian Hudaibiyah yang bagi banyak kalangan merugikan ummat Islam namun justru saat itulah momentum kemenangan di mulai. Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan yang goal akhirnya adalah kemenangan Islam.

View full article »

Andaikata dunia itu di bawah satu kerajaan, maka ibu kota yang paling sesuai untuknya adalah konstantinopel.

Konstantinopel berada di daerah turki yang waktu itu dikuasai oleh kerajaan bizantium. Kota konstantinopel dilindungi baik di darat maupun di laut sehingga untuk memasukinya saja sudah sangat susah. Kota ini di darat dilindungi oleh dua dinding pagar yang diantara keduanya ada banyak benteng penyerangan. Di lautan terdapat rantai yang menghalangi kapal – kapal untuk berlayar memasukinya. Namun, sungguh luar biasa, seorang sultan Muhammad Al – Fatih mampu menaklukkannya.

Rasulullah SAW pernah bersabda : “Sungguh. Konstantinopel akan ditaklukkan. Sebaik – baik pemimpin adalah pemimpin (yang menaklukkan)nya dan sebaik – baik tentara adalah tentaranya.”

Perjalanan penaklukan konstantinopel bukanlah seperti sebuah dongeng dimana ada seorang pangeran gagah perkasa yang memiliki keajaiban. Penaklukan konstantinopel sudah di skenario dan di planning bahkan sebelum muhammad Al Fatih dilahirkan.

Kisah penaklukan ini dimulai sejak baru berdirinya kerajaan turki usmani oleh sulthan orkhan bin ustman. Anak dari pendiri kerajaan turki ustmani. Jadi seolah – olah, kerajaan ini dilahirkan untuk menaklukkan konstantinopel. Penaklukan dimulai dengan penyerangan negeri – negeri kecil di sekitar bizantium oleh sulthan murad I. Sehingga, dengan dikuasainya negeri kecil ini, jalan menuju kota konstantinopel semakin mudah. Benteng – benteng pertahanan di bangun di sekitar konstantinopel. Tak hanya itu, dibentuk pula pasukan khusus jannisari yang tak takut mati dan dilatih khusus. Pasukan ini benar – benar menjadi pasukan istimewa.

Masa kecil, sulthan Muhammad Al – Fatih adalah anak yang nakal hingga dia memiliki seorang guru yang bernama Syaikh Aaq Syamsuddin. Syaikh inilah penakluk konstantinopel yang sebenarnya. Karena, dari doktrin dan pemikiran beliaulah muhammad Al Fatih menyerang konstantinopel. Beliaulah otak dan dalang atau bara pemantik adanya kobaran api besar di kota konstantinopel.

Nama aslinya adalah Muhammad bin Hamzah Ad-Dimasyqi Ar-Rumi. Nasabnya bersambung dengan Khalifah Abu Bakar. Lahir di Damaskus pada tahun 792 H (1389 M) dan telah hafal Al – Qur’an pada usia 7 tahun. Belajar di Amasia, kemudian di Aleppo, dan Ankara. Meninggal pada tahun 1459 M.

Beliau mengajar ilmu – ilmu mendasar seperti Al –Qur’an, As – Sunnah, fikih, ilmu islam, dan beberapa bahasa seperti Arab, Persia, dan Turki. Beliau juga mengajar ilmu matematika, astronomi, sejarah dan seni berperang.

Beliaulah yang memerintahkan untuk mempersiapkan dan menyerang konstantinopel kepada sulthan Muhammad Al – Fatih sehingga pecah pertempuran dahsyat selama 54 hari. Dalam pertempuran yang panjang tersebut, kadang pasukan bizantium mengalami kemenangan. Hingga pada suatu waktu, Paus membantu pasukan bizantium dengan mengirimkan 4 kapal perang. Para panglima pasukan dan menteri Ustmani mengadakan pertemuan dan menemui sulthan dengan mengatakan, “Sesungguhnya Anda telah menggerakkan sejumlah besar pasukan Ustmani untuk melakukan pengepungan ini karena menuruti perkataan salah seorang syaikh – maksud mereka adalah syaikh Aaq Syamsuddin. Banyak tentara binasa dan peralatan perang pun rusak. Bahkan lebih dari itu, datanglah kemudian bantuan dari negara – negara Eropa untuk orang – orang kafir yang berada dalam benteng. Keinginan untuk menaklukkan Konstantinopel belum bisa diperkirakan”

View full article »

Asrama ini, selalu saja demikian, mengundang sejuta rindu. Walaupun beberapa hari yang lalu aku sudah mampir ke sini. Asrama ini adalah bagian penting dalam hidupku. Salah satu kunci lemari yang menyimpan kunci – kunci pintu harapan. Aku masuk langsung menuju dapur. Di dapur aku temui bu lek ya (bukan nama yang sebenarnya) yang sedang mencuci piring. Bu lek ya adalah salah satu orang yang berbaik hati membersihkan asrama kami sehingga selalu layak untuk di huni.

“hallo bu lek ya, apa kabar?”

“eh, mas Asraf (bukan nama yang sebenarnya, namun wajah insya Allah tidak beda jauh), dari mana mas?”

“ini bu lek, lari – lari bareng Ardhi”

“aduh mas… arek – arek asrama angkatan saiki susah, dewe – dewe kabeh, pompa bocor gak onok seng benakno. Gak koyok biyen. Onok mas Arwan. Onok barang rusak gak pernah di jarno. Di benakno. Lek saiki. Bener arek’e pinter – pinter. Tapi dewe – dewe. Gak tahu ngramut barang”

“aduh mas… anak – anak asrama angkatan sekarang susah, sendiri – sendiri semua, pompa bocor tidak ada yang memperbaiki. Tidak seperti dulu. Ada Mas Arwan. Ada barang rusak tidak pernah dibiarkan. Di perbaiki. Kalau sekarang? Benar anak – anaknya pintar semua. Tapi sendiri – sendiri. Tidak pernah merawat barang.”

Demikian lah awal pertemuan kita di pagi itu dengan sesi curhat dari bu lek ya yang keluar begitu saja seperti banjir bandang. Aku perhatikan sekitar. Memang air menggenang di mana – mana. Air menggenang biasanya muncul pada waktu hujan deras saja, karena talang air tidak mampu menampung debit air. Juga karena level air di selokan lebih tinggi dari kamar mandi asrama sehingga masuk ke kamar mandi asrama.

Percakapan itu memang sepele. Namun, tak dapatkah kita merasakan sesuatu yang aneh terjadi di sini? Satu lagi dari curhatan bu lek ya yang akan mempertegas kejanggalan itu.

View full article »

Sarjana Teknik Kimia Versus Koki

“jurusan apa mas?” salah satu teman beda jurusan bertanya

“jurusan teknik kimia.” Jawabku

“wah, pasti pintar buat bom ya mas”

 

Di masyarakat kita, istilah kimia adalah sesuatu yang menyeramkan. Banyak kalangan bahkan yang sudah berpendidikan sekalipun menganggap bahan kimia adalah bahan yang berbahaya seperti bahan peledak, obat – obatan atau jenis lain yang tidak alami. Padahal, pada waktu kita SMA dulu saat masih baru kelas 1, kita diperkenalkan istilah kimia. Bahan kimia adalah bahan yang menempati ruang dan memiliki massa. Apa sajakah bahan yang menempati ruang dan memiliki massa? Tentu adalah semua barang yang ada di alam semesta ini. Mulai dari garam dapur hingga manusia itu sendiri. Karena cakupannya yang luas. Maka, hampir semua bidang berkaitan dengan bahan kimia. Jika pada abad ke 19 antara biologi, fisika dan kimia amat jelas perbedaannya. Namun, pada abad ke 20 ini. Perbedaan itu mulai kabur.

 

Lalu bagaimana dengan teknik kimia?

Teknik kimia adalah ilmu yang mempelajari bagaimana sebuah barang yang semula tidak bernilai menjadi sebuah bahan yang bernilai baik dari segi ekonomis atau kemanfaatan melalui proses kimia, fisika atau biologis.

Seorang sarjana teknik kimia bisa juga disebut sebagai sarjana proses. Mereka memiliki skill bagaimana memproses sebuah bahan tak layak menjadi berarti terutama dalam skala pabrik. Sarjana teknik kimia tak ubahnya seperti seorang koki. Seorang koki mengolah dan meracik beberapa bahan mentah menjadi sebuah masakan yang lezat. Maka, teknik kimia meracik berbagai bahan untuk lebih bermanfaat. Untuk membuat sebuah masakan yang lezat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat makanan yang lezat.

Yang pertama, setiap bahan masakan memiliki proporsi yang tepat. Misalkan jumlah garamnya berapa sendok, jumlah gula, bawang merah atau bawang putihnya. Demikian juga dengan teknik kimia.  proporsi dari bahan harus tepat. Jika mau membuat asam sulfat 90 % dari mengencerkan asam sulfat 98 %, proporsi penambahan air harus sesuai agar tidak terlalu encer atau terlalu pekat. Dalam teknik kimia ilmu yang mempelajari bagaimana kita memperoleh proporsi tepat ini adalah dengan menggunakan neraca massa dan neraca energi. Sebuah ilmu yang berdasarkan pada hukum kekekalan massa dan energi. Kedua hukum itu saling berkaitan karena, pencampuran dua bahan dapat menghasilkan panas.

View full article »

“2.8 juta cukup tidak mas?”

Suara itu masih tengiang dalam telingaku hingga saat ini. Walaupun kejadian itu sudah beberapa hari yang lalu. Angka yang cukup besar jika dihitung dengan jam kerja yang hanya 3 hari. Itupun tidak genap sehari 24 jam.

 

Barang siapa menolong agama Allah. Maka Allah akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya.

Ayat ini adalah ayat yang menjadi pamungkasnya orang – orang beriman. Sebuah cita – cita untuk menegakkan din yang mulia ini di muka bumi. maka, saat ada kesulitan – kesulitan maka itu adalah ujian yang harus dilalui dengan sabar dan optimis. Optimis dengan percaya diri karena Allah lah yang akan menolong. Maka, siapakah yang lebih kuat pertolongannya selain pertolongan Allah?

 

Ini adalah kisah bersambung, sebuah kisah  tentang perjalanan mengukir lukisan hidup yang penuh makna. Ku tulis dengan menggunakan kata ganti orang pertama. Kau boleh menganggapnya sebagai kisah nyata atau hanya fiktif belaka. Kau boleh menganggap aku benar – benar aku atau orang lain. karena, aku tak memberimu sertifikat atau garansi apa yang kutilis disini adalah realitas atau hayalan dari rangkaian impuls syaraf – syaraf otakku. Aku berharap agar kalian mengambil manfaatnya dan sebarkan manfaat itu kepada orang lain agar kebaikan itu terus menular dan menyebar.

Ini adalah kisah tentang bagaimana aku tanpa keraguan kuliah S1, tentang bagaimana aku keluar pekerjaan karena sebuah idealism hidup, tentang cita – cita Andalusia dan cordoba yang dulu sempat membayang dalam bocah SMP, tentang sebuah nama muslim yang di deretan ilmuan peraih nobel, tentang sebuah ilmu dan teknologi bermanfaat yang terus mengalir layaknya lampu yang terus menyala di seluruh dunia, hingga sebuah kata kerja yang ibuku tancapkan dalam otakku mungkin sejak aku baru dilahirkan “memberi’

Rezeki itu memang sudah diatur. Itulah yang selalu ku pegang agar hatiku senantiasa menjadi tenang dengan pemberian Allah. Karena itu, walaupun beasiswa yang aku peroleh untuk studi lanjut belum pasti. Aku beranikan resiko itu. Aku berpikir, jika aku telah melalui S1 yang waktunya 2 tahun mengapa aku tidak melalui S2 yang hanya 2 tahun. Maka aku mulai mengikat ikat pinggang dan memperkuat punggung agar bisa bertahan. Usahaku selama ini hanya menjadi guru privat mahasiswa karena aku pikir usaha ini yang benar – benar sejalan dan tak mengganggu belajarku. Bahkan, dengan jadi guru privat mahasiswa aku lebih sering membuka – buka buku masa lalu yang sudah terlupakan di tumpukan kardus sana.

View full article »

“Kita beri tema training ini dengan training yang ngangeni (membuat rindu)”, kata salah seorang panitia saat technical meeting.

 

 

Awalnya kata – kata itu kita sambut dengan tertawa. Salah seorang dari kami malah berkomentar. “paling panitia gak ada tema lain”. Sontak aku cekikikan. Ya, demikianlah kesan pertama dari pelatihan outbond yang aku ikuti. Sebut saja Training Semangat (TS) karena, memang efek sampingnya adalah bertambahnya semangat 100 kali lipat dari biasanya.

 

Sebenarnya, bersamaan dengan diadakannya TS ini aku juga ada acara Welcome Party di Laboratorium penelitianku saat ini. Semua anggota Laboratorium ikut. Rencananya kita akan pergi ke Probolinggo dan rafting di sana. setiap orang dikenakan biaya sekitar 400.000,- untuk biaya akomodasi dan lainnya. Hanya saja, karena aku merasa kesulitan dengan biaya itu (maklum beasiswa belum cair), teman – teman anggota Lab bersedia untuk membayariku. Sehingga, aku cuma tinggal bawa baju saja dan berangkat.

 

Dengan itu semua, aku merasa tidak enak jika harus mengecewakan para anggota Lab dan aku memilih untuk ikut. Hingga pada pekan terakhir sebelum hari H, bahkan H-3 hari. Aku memutuskan untuk ikut TS saja. Karena, acara TS bukan hanya acara training biasa. Namun, training yang diadakan untuk mengasah spiritual kita. Aku yakin. Allah akan menolong jika kita menyerahkan semua urusan kepada-Nya. Biarlah Allah yang menyelesaikan.

 

Tentu saja teman – temanku kecewa sekali. Tak apalah. Aku tetap tidak ikut dan memesang telinga tembok.

TS diadakan pada hari jum’at hingga minggu di tempat wisata. Jangan kira tempat wisatanya rame karena tempat wisata yang dipilih adalah hutan reservasi. Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Dan kelompokku adalah kelompok yang aku anggap paling lugu. Karena, kita membawa peralatan seadanya. benar – benar standart dan sesuai dengan yang dikatakan oleh panitia. Kelompok lain bahkan membawa kompor gas termasuk tabung elpigi 3 kg dan satu kardus mie instan. Sedangkan kelompok kita hanya membawa beras, snack dan telur rebus.

View full article »

Sosok Luar Biasa 3

Mereka menjadi mutiara ditengah padang pasir. Mereka menjadi berlian diantara kerikil – kerikil. Mereka adalah orang – orang istimewa.

Seperti pada sosok luar biasa sebelumnya. Sosok ini tak ada bedanya.dengan sosok sebelumnya. Mereka sama – sama istimewa dan berbeda dari pemuda lainnya. jika sosok pertama, begitu antusiasnya menyambut panggilan adzan. Sosok ini juga demikian. Jika sosok pertama begitu kuatnya mengangkat kelopak mata di sepertiga malam. Maka sosok ini juga demikian. Ia, bahkan tak merasakan apa – apa. Jika sosok pertama begitu kritisnya dengan persoalan pemerintahan. Maka, sosok ini mengambil jalan atau bidang lain yang tak kalah penting. Dia begitu fokusnya dengan pembinaan akhlaq bangsa ini. Maka, kedua sosok ini saling melengkapi. Jika sosok pertama begitu peduli dengan kondisi setiap orang. Maka sosok ini juga demikian, bahkan lebih lagi. Dia menjadi pendengar yang luar biasa. Jikalau kau meu bercerita, maka disambutnya dengan antusias, tak ditampakkannya rasa lelah yang telah menggunung. Dia, selalu tampil dengan performa terbaiknya setiap bertemu dengan saudara – saudaranya. Sehingga sosok dekil seorang muslim sirna jikalau dia ada. Hafalannya luar biasa. Apalagi suaranya. Aku sering menyebutnya dengan panggilan “Maher Zain”. Jika sosok pertama lebih pantas menjadi seorang orator atau politisi atau duduk di gedung dewan bersama wakil rakyat lain. Maka sosok ini lebih cocok untuk menjadi seorang ustadz. Ada sebuah bakat atau hadiah yang diterima dari Allah SWT kepadanya. Suara emas. Demikianlah aku menyebutnya. Sehingga, mungkin pada kondisi biasa. Dia lebih mirip artis dari pada ustadz, apalagi penampilan mendukung. Sosok ini telah sejak dulu bertetengger di level 1. Selain amal yauminya, hafalannya, luas ilmu masalah agama, bakat alaminya untuk menjadi artis, betapa berkilau akhlaqnya, dia juga tak pernah kehilangan semangat dan motivasi. Senyumnya merekah saat bertemu siapapun. Harusnya memang demikian. Apalagi Indonesia telah memproklamirkan sebagai bangsa yang ramah di dunia internasional.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.087 pengikut lainnya.