Archive for Januari, 2012


PINDAH BLOG

MOHON MAAF, BLOG INI BERPINDAH KE BLOG BARU.

INGIN BERSILATURAHMI?

SILAHKAN KLIK DI SINI

Mengeluh

Tiba – tiba ada SMS masuk,

“mas, waktu pendaftaran beasiswanya tidak bisa diperpanjang?”

Sambil terheran dalam hati, bukankah pengumuman pendaftaran beasiswa ini sudah lama, di FB di SMS, namun tidak ada seorangpun yang menanggapi. Sampai stress harus siapa yang direkomendasikan untuk menerima beasiswa. Akhirnya aku balas

“tidak bisa, karena sudah lama diumumkan”

Beberapa saat kemudian langsung ada balasan,

“tolonglah mas, ini sangat membutuhkan”

Loh? Aku semakin jengkel dalam hati. Membutuhkan kenapa tidak siap siaga? Kenapa tidak respon sejak lama. Padahal sampai – sampai yang memberi beasiswa harus terjun langsung. Karena sampai batas waktu, tak ada satupun yang mendaftar bahkan memberikan komentar di group FB kami.

Namun, karena aku teringat dengan masa kuliahku dulu yang disokong oleh beasiswa dan tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang membutuhkan beasiswa. Aku balas agar yang bersangkutan mengirimkan CV nya ke alamat emailku.
Tak berselang sehari, email berisi lampiran CV aku terima.
Aku download dan ku baca identitas dirinya.
Alasan utamanya adalah memang kesulitan ekonomi. Sebenarnya jika dibandingkan dengan mahasiswa lain, mahasiswa  ini tergolong ekonomi lemah dan membutuhkan beasiswa. Yang aku sesalkan adalah kemanjaannya waktu mengSMS diriku seolah – olah dia benar – benar tak berdaya.

Orang tuanya adalah pedagang dengan penghasilan 1750000 perbulan. Jumlah sedikit, namun, lebih sedikit mana dengan penghasilan seorang tukang becak?. Dia dikirimi uang sebesar 750000 perbulan jumlah yang besar menurutku. Karena jatahnya setiap hari lebih dari 20000. Hanya saja, alasan dia adalah makan “Cuma” 2 kali, dan harga makanan di warung 7000.

Ini yang aku sesalkan. Ada banyak warung yang menjual makanan seharga 5000 bahkan 3500. Kenapa harus memilih 7000? Ada banyak mahasiswa yang dia mampu makan sehari 2 kali. Namun kenapa mengeluh dengan dirinya 2 kali.

Faktor penyebabnya ada dua, pertama karena memang hatinya lemah, sehingga, sedikit saja lebih susah dari temannya sudah banyak mengeluh. Seolah – olah dia yang paling membutuhkan. Kedua adalah dia tidak mampu beradaptasi dengan dirinya sendiri. Jikalau kemampuannya demikian, buatlah sekreatifitas mungkin agar uang sejumlah itu bisa dicukup.

Toh Rasulullah juga pernah mengganjal perutnya dengan 2 buah batu. Sudahkah anda melakukannya?
Maaf, jika anda berpikir saya kejam, tak berperi kemanusiaan atau tak tahu kesusahan orang lain. Maaf, sekali lagi maaf. Saya sudah pernah berada dalam kondisi jauh di bawah dari yang di atas. Jauh. Tapi, saya tak akan pernah mau mengeluh. Tak akan pernah kecuali kepada yang memberi saya rezeki. Allah SWT.

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupi (kebutuhanmu).…” (QS At-Thalaq [65]: 3).
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. Dan Dia mengetahui tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)” (Hud : 6)

wallahu’alam

Coba kita lihat benda – benda yang ada di dunia ini. Semuanya bergerak, bahkan benda yang sepertinya diam. Sebenarnya di juga bergerak. Mulai dari skala yang paling besar. Gugusan galaksi bergerak saling menjauhi. Galaksi kita, bergerak berputar berlawanan arah jarum jam. Demikian juga tata surya kita. Selain di bergerak berputar bersama bintang – bintang lain dalam bima sakti. Tata surya kita juga bergerak terhadap porosnya mengelilingi matahari. Sedangkan matahari bergerak berputar.

Pada skala lebih kecil lagi bumi kita berevolosi berotasi. Hingga pada skala yang sangat kecil. Molekul – molekul bergerak berotasi atau bervibrasi. Benda padat pun sebenarnya juga bergerak. Elektron – elektronnya selalu berputar. Sekali elektron itu berhenti bergerak, maka dia akan menuju inti atom yang bermuatan positif dan saling menetralkan. Maka terjadilah ledakan dahsyat. Demikian juga dengan gelombang, baik gelombang mekanik atau elektromagnetik. Pada gelombang sangat jelas. Sekali diam, maka gelombang itu akan langsung hilang.  Sehingga, eksistensi dari materi dan apapun di alam ini karena mereka tak pernah diam. Mereka selalu bergerak agar mereka tetap ada.

Lalu bagaimana dengan kita?

Tak ada bedanya dengan benda – benda yang lain. manusia harus terus bergerak untuk mempertahankan keberadaan dirinya. Bergerak dalam arti sebenarnya atau dalam arti yang lain. bergerak berarti berpindah tempat atau sering kita kenal sebagai hijrah. bergerak dalam arti denotasi yaitu bergerak melakukan aktifitas. Sebuah teori biologi lama mengatakan bahwa, organ tubuh yang jarang dipakai akan terdegradasi. Jika aktifitas kita kurang, maka, otot – otot akan mengecil dan justru lemak yang semakin menimbun. Tak jauh beda dengan otak. Orang yang lulus sekolah atau kuliah kemudian tak menggunakan otaknya berpikir seperti biasa. Jika di suruh untuk kembali berfikir perlu waktu loading terlebih dahulu. Bergerak akan membedakan antara orang yang malas dan tidak. Imam syafi’i berkata,

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air yang menjadi rusak karena diam tertahan,
jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tidak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.

View full article »

Jika saya menjadi salah satu presiden direktur dari perusahaan yang menyumbangkan dana untuk Israel dan mendengar kata – kata, “boikot produk Israel” pasti saya hanya akan tertawa terbahak – bahak.
Beberapa tahun yang lalu, saat israel menyerang Palestina dengan bom – bomnya. Banyak kalangan aktifis dakwah yang menyebarkan slogan “boikot produk Yahudi”. Ada banyak perusahaan yang masuk dalam daftar hitam karena tercatat sebagai penyumbang dana terhadap israel. Mulai dari perusahaan makanan, intertainment, media, komunikasi, peralatan elektronik, hingga kosmetik. Slogan boikot produk Yahudi atau yang menyumbang kepada Yahudi berkembang menjadi jika kau memakan produk itu sama saja kau memakan darah dan daging anak – anak Palestina yang syahid karena bom israel.


Sebagian kalangan pro dan mendukung terhadap program ini. Tak kalah sedikit yang bersimpangan. Mulai dari sekedar menolak, membantah karena tidak solutif, berdebat, hingga mencibir. Memang tak mudah untuk memboikot sedemikian banyak dan beragam produk – produk yang sudah menjadi bagian bahkan kebutuhan primer dalam hidup. Lebih berat lagi jika produk itu tidak ada penggantinya atau tak ada produk yang sebanding dengannya. Bisa – bisa kita mengalami kemunduran 100 tahun lebih primitif dari bangsa Yahudi. Tengok saja misalkan Laptop atau komputer yang anda gunakan untuk membaca blog ini. Merk apakah prosesornya? Kita tak dapat menutup mata, bahwa jika kita benar – benar memboikot maka kekalahan sebenarnya mutlak ditangan orang muslim.
Dari segi teknologi informasi misalkan. Kita tak lagi memakai windows atau microsoft. Lalu, apakah kita akan menggunakan mesin ketik untuk menulis? Bukan solusi karena keuntungan yang didapatkan jauh lebih kecil dibandingkan dengan kerugian yang diperoleh. Dalam memutuskan sebuah perkara tak hanya masalah hitam dan putih. Coba lihat perjanjian Hudaibiyah yang bagi banyak kalangan merugikan ummat Islam namun justru saat itulah momentum kemenangan di mulai. Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan yang goal akhirnya adalah kemenangan Islam.

View full article »

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.090 pengikut lainnya.